Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, 06 April 2013

Metrologi sebagai Pilar Pendukung dalam Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian

0 komentar
Dalam pencapaian sasaran ASEAN Economic Community pada tahun 2015, dimana ASEAN akan menjadi single market dan production base yang memiliki daya saing yang tinggi baik secara regional maupun terintegrasi dalam perekonomian global, kerangka dasar dalam penerapan arus bebas barang (free flow of goods) khususnya dalam bidang Standar dan Kualitas perlu menjadi perhatian yang cukup besar.
Tiga pilar yang menjadi dasar yaitu standar, penilaian kesesuaian, dan metrologi (metrologi legal, metrologi sains, dan metrologi industri) perlu diselaraskan dalam mengembangkan strategi dalam hal mendukung fasilitasi perdagangan (trade facilitation).
Metrologi sebagai bagian dari komponen pendukung standardisasi dan kesesuaian masih belum banyak memberikan dukungan secara penuh. Hal ini selain disebabkan oleh minimnya informasi mengenai peran metrologi dalam proses standardisasi dan penilaian kesesuaian di lingkungan stakeholder, juga disebabkan karena belum terpadunya infrastruktur metrologi itu sendiri. Di beberapa Negara anggota ASEAN, metrologi legal dan metrologi sains/industry masih berjalan sendiri-sendiri sehingga manfaat yang diberikan dalam penyelenggaraan kemetrologian dirasakan belum signifikan. Ketertelusuran dan jaminan kebenaran hasil pengukuran masih menjadi dua hal yang berbeda.
Hal ini tentunya menjadi kendala yang perlu segera dibenahi agar metrologi sebagai salah satu pilar dalam Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian dapat mendukung secara nyata khususnya untuk fasilitasi perdagangan.

 Sumber : http://metrologi-djpdn.depdag.go.id/newmetro/
Read more...

Metrologi, Bukan Meteorologi

0 komentar
Metrologi tak semestinya selalu disalahartikan dengan meteorologi yang ilmu cuaca itu. Metrologi juga tak seharusnya tinggal diam dalam laboratorium-laboratorium steril para peneliti tanpa terjamah pemahaman publik. Metrologi adalah hal yang sangat penting.
“Mulai dari kue basah yang bisa awet seminggu sampai produk colokan listrik yang harus pas dengan soketnya, orang sebenarnya tak pernah lepas dari segala bentuk pengukuran,” kata Dede Irawan, Kepala Divisi Metrologi di Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, dan Metrologi LIPI.
Mengabaikan metrologi bahkan bisa sangat fatal. Dunia penerbangan dan kesehatan adalah dua contohnya yang sangat mudah. Apa jadinya ketika altimeter dalam kabin pesawat tidak akurat 10 persen, misalnya. Pesawat yang seharusnya terbang di ketinggian 30 ribu kaki bisa melayang lebih tinggi atau rendah 3.000 kaki. “Ini berbahaya karena selisih ketinggian yang aman itu hanya sampai 500 kaki,” kata Donny Purnomo, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Akreditasi Laboratorium Kalibrasi di Badan Standardisasi Nasional.
Dede menjelaskan bahwa kualitas itu memiliki banyak aspek. Satu di antaranya bagaimana sebuah alat sesuai dengan spesifikasinya. “Inilah kenapa perlu pengujian-pengujian,” tuturnya.
Sayang, pemahaman akan pentingnya pengujian-pengujian itu terjadi sangat lamban. Korea Selatan, yang memiliki waktu start yang sama dengan Indonesia dalam membangun akreditasi dan standardisasi nasionalnya pada 1975, kini telah melejit sangat jauh. Malaysia dan Thailand, yang hitungannya lebih telat, pun sudah lebih maju.

 sumber: Koran Tempo
Read more...

Daerah Tertib Ukur

0 komentar
Read more...

Pasar Tertib Ukur

0 komentar
Read more...

Statistik UTTP

0 komentar
Read more...

Data Perusahaan Wajib Tera

0 komentar
Read more...

Kalibrasi

0 komentar
Read more...